Tiap ada tayangan Piala Dunia, orang orang sudah tahu bahwa pertandingan itu baru mulai, sedang berlangsung atau sudah selesai. Sebab sejak awal dan akhir laga, pesawat televisi sudah dengung bising sekali, mirip bunyi sebarisan gajah liar yang sedang marah, atau suara dengungan lebah berbunyi.
Bunyi bising itu bukan kesalahan teknis pesawat televisi, melainkan akibat puluhan ribu penonton meniup tabung plastik yang bernama vuvuzela, terompet macam corong berwarna – warni berukuran sekitar satu meteran. Vuvuzela yang katanya khas Afrika Selatan, bukan hanya menjadi masalah. Sejak berlangsungnya kejuaraan bola di Afsel sekitar tahun 2000-an, supporter Afsel sudah berciri khas dengan membunyikan terompet tradisional ini. Bahkan, sejak tahun 2001 sudah ada perusahaan Masincedane Sport khusus untuk produksi missal alat bunyi ini.
Vuvuzela, sebagai alat musik tiup, pada prinsipnya sama yaitu mengeluarkan suara getar karena impitan bibir atas dan bibir bawah, lalu bergetar karena tiupan udara dengan bunyi getar yang keras dan bernada polos. Alat tiup ini katanya tradisional karena bagi masyarakat pedalaman dan peternak sapi angon, vuvuzela ini dilengkingkan sebagai tanda keberadaannya, serta bunyi nyaring mirip suara ‘terompet’ kawanan gajah liar.
Bunyi bising itu juga alat komunikasi dengan rekan penggembala lainnya di savanna luas, mengandung bunyi dan pesan sapaan, juga bunyi darurat dan panggilan tanda bahaya. Mungkin seperti kentongan di masyarakat pedesaan kita. Calling sound atau bunyi panggilan seperti ini pernah dikaji dan menjadi objek studi pakar etnologi Afrika Selatan karena suara vuvuzela yang tanpa irama itu sesungguhnya sangkakala instrument komunikasi sesame tribal di Afrika Selatan.
Setiap sub-suku bangsa atau tribe memiliki ciri bunyi panggilannya, disamping bunyi bising standar untuk permintaan bantuan, tanda bahaya atau alarm, serta bunyi pengusir hewan predator singa buas. Sangkakala ini juga menjadi alat bunyi ritual serta bunyi panggilan untuk suatu acara adat. Jadi vuvuzela itu bukan alat bunyi musik tiup orkestra, apalagi instrument musik pop.
Sayangnya, benda bunyi ini suaranya memang super bising kalau dibunyikan ramai-ramai. Nada tunggal yang dibunyikan tanpa notasi memang lama kelamaan akan menggangu pendengaran orang normal. Bunyi vuvuzela kalau diukur intensitas suaranya dengan ukuran Desibel (dB) serta mengukur frekuensi atau pitch dengan Heartz (Hz), bunyi terompet plastik dengan ditinjau dari faktor kekerasan, pitch dan lamanya paparan sudah terhitung kategori bising dan membahayakan.
Badan Pengelola Keamanan dan Kesehatan Kerja, OSHA (Occupational Safety and Health Administration) sudah mematok harga, bila ada paparan kebisingan 85 dB selaman delapan jam kerja sehari, paparan kebisingan itu mengancam gendang telinga. Orang-orang itu harus pakai penutup telinga (earmuff) yang model tutup penuh atau penutup telinga sumpel (earplug)
Vuvuzela yang mendengung dan mem-prepeeeet terus macam koor gajah-gajah ngamuk, terus terang tidak enak didengar dan kebisingannya menggangu sekali. Apalagi terbukti bunyi sangkakala itu tingkat kebisingannya hingga 127 Db, lebih keras dari airhorn, tambur atau peluit. Vuvuzela itu lebih keras dari sirene ambulans (120 dB) dan gergaji listrik (100 dB). Malah hamper sama dengan sebising suara pesawat jet tempur yang akan take-off yaitu 140 dB.
Untungnya panitia local dan FIFA tidak libatkan OSHA karena mungkin nanti ada aturan baru lagi, semua pemain di arena harus membekap telinganya. Atau memang sudah ada maksud tersembunyi supaya setiap penonton membeli vuvuzela untuk menjadi superter fanatik, agar lawan keder dan kupingnya rada pekak. Sementara itu, sempat ada wacana melarang vuvuzela, tetapi dibantah dan dianggap melanggar hak asasi manusia Afsel yang tuan rumah. Tiup terompet kok dilarang!, katanya.
Bila dipelajari dalam – dalam, sebetulnya orang ‘hitam’ Afsel itu amatlah musikal. Nelson Mandela sebagai Bapak Afsel pun pernah berkata “Juru selamat bangsa kami itu musik! Hanya musik yang menghibur rasa luka dan menanamkan rasa cinta negeri ini, selama menghadapi dan melawan dari kepahitan hidup dan penindasan Apartheid kejam. Selama itu kami menyanyikan lagu kemerdekaan, senandungkan kidung keadilan, menyuarakan harapan hidup dengan irama musik yang dekat dengan keindahan alam dan kekayaan tanah air. Musik, itulah nafas dan roh Afrika Selatan.”
Pasang telinga baik baik, tidak ada udara yang bebas dari dengungan suara bising vuvuzela yang mirip gabungan bunyi bising terompet gajah dan dengungan lebah raksasa. Bunyi itu measuki denyut arena sepak bola dunia. Tanpa suara bising itu memang tidak terasa suasana Afsel. Tapi kalau terlalu bising, vuvuzela juga bisa menjadi ancaman buat diri kita sendiri karena bisa menjebol gendang telinga kita.
Itu pertanyaan yang sering gw tanyain sama diri gw sendiri. karena dari sisi gw, gw sama sekali ga pernah liat baiknya ngerokok buat diri gw sendiri. Gw punya cerita sedikit tentang Om gw yang salah satu pecandu rokok.
Malem itu rumah gw kedatengan om gw yang baru dateng dari Klaten. Namanya Om Darto tapi nama panggilannya Helm. Haha entah gimana awal mulanya Om gw itu bisa dipanggil Helm sm orang-orang terdekatnya gw ga pernah nanya dan kayanya gak tertarik untuk bisa tau juga. hehe Om gw, walaupun gw panggilnya Om tapi sebenernya umurnya masih 20an. Belum ada 25tahun, umur persisnya berapa juga gw gatau sih. Bahkan ada sodara gw yang di silsilah keluarga seharusnya gw manggil dia Tante karena dia itu adalah anaknya adiknya Embah gw, padahal kita seangkatan. Jadi walaupun gw manggil dia Tante tapi kita tetep “gue – elo”an. Sekarang tante gw itu kuliah di Unpad ngambil peternakan.
Balik lagi ke Om gw, setelah dateng, ngobrol sama bokap gw. gak lama bokap gw keluar, dan berhubung dirumah pada saat itu cuman ada gw, bokap, sama adek gw, dan adek gw juga udah pada tidur jadi pas bokap gw pergi tinggal gw sama Om gw itu. om gw pun ngajak ngobrol basa basi ga jelas. Awalnya nanya kuliah gimana, gitu gitulah.. basa basi banget. Terus akhirnya Om gw itu ngeluarin rokok dari kantongnya dan berniat menyalakan. Tapi sebelum Om gw ngerokok, gw bilang sama dia,
“Om kalo ngerokok diluar aja. Dita gak suka sama bau asep rokok”
Dan Om gw pun keluar untuk ngerokok. Tapi gak lama Om gw masuk lagi kedalem, sambil jalan dia ngomong “Oh, kalo gak suka sm bau rokok berarti cowoknya ga ngerokok dong?” Tanya Om gw. dan dengan jelas gw jawab “Enggak lah, seumur idup dita ga pernah dan gak akan mau pacaran sama perokok”. (padahal saat itu gw lagi jomblo.haha) dan gw sangat kaget denger jawaban dari dia “Yahh berarti payah dong ga Gentle” astagaaaaa -______- pemikiran macam apa tuh? Pola pikirnya salah besar! Akhirnya gw jawab
“Lah emangnya kejantanan seorang pria itu dilihat dari ngerokok atau tidak? Menurut dita enggak. Justru sebaliknya!” gw jawab sambil meninggikan suara.
Gila yah ternyata kaya gitu salah satu pemikiran anak muda jaman sekarang?apa cobaaa… pemikiran yang sama sekali gak ada benernya. Gw heran bisa dapet pemikiran kaya gitu darimana ya? Mungkin karena itu pertama kalinya gw denger langsung alesan dari salah satu laki-laki pecandu rokok dan dia adalah sodara gw! astagaaa……. Mungkin salah satu dari factor lingkungan kali ya, dia kan gede di desa, dan desa bokap gw itu emang gw akuin gila banget pergaulannya. Kalo malem suka banyak anak2 muda yang nongkrong2 di gubuk2 gitu, atau di ujung jembatan dan tempatnya yg remang-remang. Dan hal paling ringan yang mereka lakukan itu ya ngerokok. Selebihnya ya ga jarang yang minum. Dari yg cuma tuak, miras oplosan, sama yg paling elite ya bir yg ternyata secara sembunyi2 di warung banyak yg jualin. ckck makanya gw kalo disuruh ke warung sama embah gw malem – malem kalo tempatnya rada jauh gw ga berani sendirian. Dan gw justru malah nyukurin orang2 yg mati gara2 miras oplosan, kaya yg pernah terjadi sm beberapa remaja laki-laki di Bali beberapa waktu yang lalu. Itulah resikonya men. Miras oplosan justru lebih bahaya dibanding miras biasa karena bahan-bahannya yg dimacem-macemin. Tapi gw bilang begini bukan berarti gw menyetujui ya org2 yg suka ‘minum’. GAK SAMA SEKALI! Begitu juga sama perokok. Gw prihatin sebenernya, sangat sangat prihatin sama Negara ini terkait rokoknya. Gw pernah mengikuti seminar tentang bahaya rokok pada saat memperingati Hari Anti Tembakau sedunia dan banyak fakta – fakta yang baru gw tau yang dengernya bikin mirissss… salah satunya ya itu, Negara kita menjadi konsumen tembakau (dalam hal ini rokok) terbanyak ketiga SEDUNIA. Sedunia loh! Gw tekankan lagi, SEDUNIA! dan PERTAMA se-asia tenggara. Buktinya ya jelas kita lihat. Kayanya ga ada ya tempat yang ga kita jumpai perokok, dimana mana banyak orang yang ngerokok. Zzz banyak pamphlet – pamphlet dan baliho terpajang dipinggir jalan dari produsen rokok, iklan juga banyak dan mereka memang pinter membuat iklan semenarik mungkin padahal dibaliknya itu tersirat untuk mengajak penonton yang melihat iklan tersebut untuk mengkonsumsi rokok mereka, banyak juga pabrik rokok yang dengan alih-alih ikut menyukseskan pendidikan dengan memberi beasiswa untuk anak-anak sekolah yang kurang mampu, tapi dibalik itu tetap saja secara tidak langsung kita mendukung mereka mempromosikan rokok ditanah air. banyak juga event yang menggunakan sponsor- sponsor rokok, termasuk ini nih Liga local kita, namanya aja udah Liga Djarum Indonesia. Sekarang juga yang nayangin Piala Dunia make sponsor dari pabrik rokok. Ironis memang, sepak bola yang merpakan bagian dari olahraga untuk menyehatkan badan tapi di sponsori sama rokok yang jelas – jelas gaada sehat –sehatnya malah justru bikin mati secara perlahan.
Menurut gw ngerokok itu ga lebih dari orang yang menyia-nyiakan waktu, umur, dan duit. dan seorang suami dan ayah yang ngerokok adalah orang yang ga bertanggungjawab, ga sayang sama dirinya sendiri, istrinya,dan anak-anaknya. Apalagi perempuan. Ga ngerti deh gw kenapa bisa-bisanya perempuan ngerokok. Ga sayang apa ya sama anaknya -________- yaallaah.. belum lagi sekarang lagi merebaknya balita ngerokok. What the hell?! Prihatin bangett yaallah… itu pasti ga lebih dari pengaruh lingkungan yang buruk, misalnya orangtuanya yang merokok. Bayangin deh dari seorang pria yang merokok, menikah kemudian punya anak dan membuat keluarga baru bisa membuat lingkungan yang buruk sendiri untuk anaknya, dan entah nanti anaknya bagaimana pas nanti dia remaja? Saat menikah dan punya anak? Gimana nanti keluarganya? Apalagi nanti hari tuanya? Aduhhh ga kebayang! Dan itu bisa jadi turun temurun terus menerus ga abis abis kalogaada yang mau merubah bad habit itu. jadi menurut gw ga bener banget tuh pemikiran yang menyatakan kalo ngerokok itu keren, gentle. Tau ga lo justru gara-gara rokok bikin impoten. Mananya yg dibilang jantan hah? Dasar.. gw kadang suka geregetan juga denger pemikiran –pemikiran picik kaya gitu. Tapi ya gw tau memang mereka yg kurang edukasi. Tapi ga semuanya juga karena kurang edukasi. Ada yang udah tau tapi tetep aja ngerokok karena uda telanjur kecanduan. Yaitulah nikotin memang ada zat adiksi yang bikin kecanduan terus. Ada juga yang udah tau tapi karena belum ngerasa efeknya jadi tetep dilanjutin. Emang bener juga sih kata Pak Fuad Baraja, perokok itu bakalan berhenti merokok cuman karena 2 alasan, kalo gak MATI ya karena udah sakit-sakitan dan mengharuskan dia untuk berhenti. Sebenernya kalo ada kemauan yang sungguh – sungguh pasti bisa gw yakin, kaya ibu yang gw kenal di seminar itu, namanya Ibu Uya, dia dulu perokok aktif. Tapi udah 5 tahun berhenti, dan dia bisa kok.walaupun akibat ulahnya itu dia punya anak yang cacat fisik, dan anaknya yang laki-laki punya asma, uda gitu meninggal 3 orang, dan harus rela kehilangan 3 org anaknya saat masih pregnant, seharusnya beliau punya 5 org anak tapi karena meninggal skrg yang hidup tinggal 2 org. itu semua karena ROKOK!
Yang paling ga gw suka dari perokok itu asepnya, asepnya itu yang sangat berbahaya buat kita kita yang gak ngerokok. Kadang rasanya bete banget gw kalo ketemu orang ngerokok yang asepnya ngebul kemana mana dan pasti secara ga langsung ikutan kehirup sama idung gw dan itu SANGAT MENGGANGGU BUAT GW! makanya gw sebel banget sama perokok u,u. dan yang lebih mencengangkan lagi justru si perokok pasif itu yg cuman ngirup asep bekas perokok aktif juga gak kalah berbahaya. Akhhh.. enggak deh makasih banget deh kalopun dikasi pacar yang gantengnya ngepooool malah saingan kaya nabi Yusuf pun kalo dia ngerokok gw gakan mau. haha
mungkin bungkus rokok harus dibuat kaya gini kali ya biar orang pada takut ngerokok
dan asal kalian tau, di negara2 maju dan beberapa negara berkembang itu uda berani nerbitin iklan dan memproduksi bungkus rokok kaya gambar2 diatas itu karena mereka sadar betapa mengerikannya dampak dari seputung rokok. sedangkan dinegara kita? justru sebaliknya. iklan rokok digembargemborkan dimedia dan dibuat semenarik mungkin. banyak event yang disponsori sama pabrik rokok. dan lihat aja saudara - saudara kita yang ekonominya menengah kebawah, mereka justru lebih mementingkan membeli rokok daripada untuk makan keluarganya sehari - hari dan pada akhirnya mereka sakit karena ulah mereka sendiri.coba apa itu namanya kalo bukan menjajah negara sendiri secara perlahan lahan?
Para perokok yang budiman yang sempet visit ke blog gw dan baca artikel ini, udahan ya ngerokoknya, ngerokok tuh sama sekali ga ada untungnya. Bener deh. Udah duit abis, bikin sakit sakitan, bikin tubuh jelek, kulit kuset, gigi kuning, napas bau, jantung rusak, paru-paru bolong, kanker macem – macem, impoten bahkan mandul dan ujung-ujungnya kematian. Ini fakta yang gw dapatkan, orang yang tidak merokok bisa ‘nge-save’ umurnya hingga 20 tahun, itu artinya perokok bisa meninggal 20 thn lebih cepat dari ‘usia seharusnya’ karena penyakit yang ditimbulkan rokok itu. Ayo yang belum merokok jangan sampe ikutan merokok yaa dan menjadi kecandunan dan yang uda merokok mulai belajar berhenti. pelan-pelan aja, misalnya sehari yg biasa ngerokok 3 bungkus pelan-pelan dikurangi jadi 2 bngkus, kemudian 1 bungkus, kemudian jadi beberapa batang dan lama-lama berhenti. coba deh niatin yang tulus buat berhenti ngerokok, pasti bisa. Gw yakin pasti bisa! Kalo butuh bantuan, sekarang ada kok klinik yang menyediakan terapi untuk para pecandu rokok. Konsultasi dan minta bantuan dari para pakarnya. Okee. Ini semua demi masa depan kita dan masa depan bangsa ini yang lebih baik :D
Sam and Dean are cornered by demons, but saved at the last minute by Rob and his townspeople, who are aware of the Apocalypse and have been training to fight and kill demons. The small town is very religious, and the brothers meet Pastor Gideon, who introduces them to his daughter Leah. She has supposedly been receiving visions from angels and guiding the townspeople on their fight against evil forces. When Leah tells the townspeople to kill "evil" citizens in order to be granted salvation in Heaven, the brothers realize that she is actually the Whore of Babylon, a creature from Hell that emerges during the Apocalypse and tries to condemn as many people as possible to eternal punishment in Hell by tricking them into committing Deadly Sins. Unfortunately, she can only be killed by a special stake and by the hands of a true servant of Heaven. So the brothers unite with Castiel and convince Pastor Gideon that his daughter is dead and has been replaced by a demonic creature that has to be killed and that he is a true servant of Heaven. They apprehend the Whore, but the pastor is knocked out. Leah escapes and talks the townspeople into believing that her father is a demon. Dean fights her and manages to stake her with the sacred staff, proving that he is a true servant of Heaven. Sam is quite surprised at this fact and asks him if he is going to do something stupid like letting in Michael. In the end, Dean goes to meet Lisa and tells her that, in the next few days, she's going to see horrifying and unbelievable things on TV, but she needs not worry because he is going to make arrangements to protect her and her son, Ben. He also confesses that if he could, he would live his dream of having a happy family. Lisa is terrified and asks Dean to stay, have a beer and relax for a while, but Dean refuses, although he would very much like to do so.
Tiba – tiba cita – cita jadi dokter muncul lagi di kepala gw. achuuuu…. Satu satunya yang bikin gw tertarik adalah tugasnya yang subhanallah mulia banget. Apalagi kalo jadi dokter di pelosok – pelosok daerah yang sukarela nolongin orang. Yallah aku pengeeen…. Kalo gw bayangin klo gw bisa jadi dokter, gw dapet uang dan insyaallah juga amal baik ngalir terus kalo dilakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Dari kecil gw pengen banget bisa jadi dokter. Dan gw pastikan ini bukan cita-cita anak ingusan yang kalo ditanya mau jadi apa harus jawab jadi dokter atau jadi polisi atau jadi pilot. Ini beneran mimpi gw dari dulu dan gw juga mencoba buat mewujudkannya. Salah satunya, pas SMA gw pengen dan harus bisa masuk jurusan ipa. Karena ga ada kan dokter lahir dari jurusan ips. Bukannya maksud meremehkan ips ya, ga ko kita sama – sama punya bidangnya masing – masing dan bisa kompeten di bidangnya masing-masing juga kalo ulet dan telaten.
Alhamdulillah tercapai dan sempet berbelok kepengen jadi Apoteker juga pas kenal sama kimia karena guru les gw yang asik banget ngajarnya dan membuat gw cinta sama kimia. Eheyy.. tapi diujung perjuangan gw pas kelas 3, ternyata Allah punya rencana lain, ternyata gw ga dikasih masuk ke farmasi dan mungkin belum rejekinya juga kali ya.. ternyata sekarang gw malah berlabuh di Okupasi Terapi. Sebuah terapi dengan menggunakan aktivitas dan ilmu ini memang berhubungan erat dengan ilmu kedokteran dan membuat gw berinteraksi dengan lingkungan anak anak kedokteran dan dapet juga beberapa pelajaran yang dipelajari anak2 FK, seperti mata kuliah Anatomi dan fisiologi. Anatomi teori pas dapet di semester awal masih planga plongo. Sebenernya sih ga beda jauh sama biologi SMA ya, cuman entah kenapa karena semuanya teori dan agak menjemukan gw sempet muak. Akhirnya nilai anatomi teori gw ngepas bener dah, C. haha di semester selanjutnya, semester 2 ketemu lagi sama anatomi tapi yg ini anatomi terapan a.k.a praktikum. Nah pas disini baru tuh mulai keliatan, ternyata teori menjemukan yang gw pelajarin di semester 1 itu kepake banget pas lagi praktikum, Karena kalo gatau apa-apa gimana bisa mengenal bagian-bagiannya kan? Dan di anatomi terapan ini juga gw dapet kesempatan buat ngobok2 mayat atau yg kita kenal dengan cadaver untuk diobservasi dan di kenal nama – nama bagiannya. Awalnya masuk ruangan praktikum itu, yg besar kosong dan terlihat spooky banget dan didepannya bertuliskan “bangsal potong”, kesannya menyeramkan banget yah.ckck Awalnya kita masih belajar tentang osteologi alias tulang. Pas udah mulai belajar otot yang make cadaver langsung didepan mata, hmm mulai merinding. Bahkan beberapa temen gw ada yang ampe jadi jijik kalo abis praktikum(biasanya kita praktikum selalu pagi) terus menu makan siangnya daging. Haha langsung kebayang cadaver yg ada di lab anatomi tadi katanya. Kalo gw sih berhubung orangnya ga terlalu jijik an dan professional (aseeek) jadi ga ngaruh juga buat gw. hahaha.
Tapi anatomi masih belum ada apa – apanya dibanding pas gw belajar Fisiologi. Oh may goat! Mana dosennya pas pertemuan perdana galaknya minta ampuuuun. Ga jelas. Bayangkan masa waktu 2,5 jam habis Cuma buat nanyain anak2 satu per satu dengan pertanyaan yang sama aja “apa itu fisiologi?”. Bener – bener dosen yg pengennya perfect, jawaban dari kita kepengennya sama persis kaya yg dia maksud. Ya mana kelar kelar kalo gituu -______- akhirnya materi yang harusnya dia sampein pertemuan itu, yaitu pengantar neorologi jadi ke skip. Padahal sebenernya buat OT itu penting banget loh.. karena pasien kita nantinya juga banyak dr kasus stroke. Kalo neurologinya ga mantep entah apa jadinya nanti u,u tapi untungnya makin lama dosennya makin asik sih.. gw akuin itu (fisiologi) mata kuliah yang paling berat. Karena kita seenggaknya harus baca semua bab yang disampein dosennya, ga mungkin kalo cuma ngandelin slide dr dosen dan catetan kita, banyak dan luassss banget dan ga bisa ditebak pasti juga soal apa yang kira2 keluar buat ujian, kecuali kalo dosennya ngasi keyword atau clue. Hehe
Tapi walaupun agak sulit dan butuh pemahaman tingkat tinggi, tapi gw suka banget Karena berguna dan bener2 keliatan aplikasinya di kehidupan kita. Kaya misalnya, irama jantung, proses masuk keluarnya darah di jantung, terus fenomena kedutan, proses jalannya impuls, macem macem dah. Seru banget kayanya kalo seenggaknya fisiologi udah kita pegang. Kayanya semua kejadian yang terjadi di tubuh kita bisa dianalisis.. seru seru dan itulah yang mengantar gw tiba-tiba mencitacitakan jadi dokter lagi, cita-cita gw dari kecil. Ya allaah I want!…bisa sih sebenernya kalo gw mau ngambil kedokteran setelah gw selesein OT 2 tahun lagi (insyaallah aminn) tapi resikonya ya harus ngulang dari awal, gak ada system transfer SKS. Berarti 4 tahun. Itu baru SKed nya, kalo buat profesi nambah lagi 1-2 tahun. Kira-kira kalo seandainya nih gw jalanin berarti kalo gw ngambil kedokteran setelah lulus OT berarti pas dapet gelar SKed umur gw 24 tahun. Untuk selesai semuanya bisa kira2 umur gw 26 tahun. Wow.. tua juga ya… kadang kalo bicarain umur gw jadi mikir kata temen deket gw waktu SMP, yasinta yang bilang sayang kalo gw ambil d3 nya. Haha tapi gapapalah.. toh gw juga diuntungkan setahun, krn gw kelahiran ’92 dan gw jg ga pernah ko nyesel ngambil OT, dan mungkin nanti gw bakalan nyusul lo yas, ngambil kedokteran di Unnand. Hehe amin aminnnn…..
Komposisi tubuh mengacu pada presentase berat tubuh yang terdiri dari jaringan tanpa lemak dan jaringan lemak. Penilaian komposisi tubuh merupakan komponen penting dalam mengevaluasi status kesehatan seseorang. Tabel usia-tinggi-berat yang digunakan oleh perusahaan asuransi dapat menyesatkan penentuan berat tubh yang sehat. Dengan tabel ini banyak atlet, sebagai contoh akan dianggap memiliki kelebihan berat tubuh. Seorang pemain sepak bola mungkin memiliki tinggi 192,5 cm dengan berat 150 kg, tetapi lemak tubuhnya hanya 12 %. Kelebihan berat pada pemain sepak bola ini adalah otot, bukan lemak, sehingga tidak membahayakan kesehatannya. Di pihak lain orang yang jarang bergerak mungkin dianggap normal pada tabel berat tubuh tetapi lemak tubuhnya mencapai 30%. Orang yang harus mempertahankan berat tubuhnya selama mengurangi lemak dan meningkatkan massa otot. Secara ideal pria seyogyanya memiliki 15% lemak atau kurang dan wanita memiliki 20% lemak atau kurang.
Metode paling akurat untuk menilai komposisi tubuh adalah penimbangan di lama air. Teknik ini didasarkan pada kenyataan bahwa jaringan nonlemak lebih padat daripada air dan jaringan lemak kurang padat dibandingkan dengan air. Metode penimbangan di bawah air yang paling sering digunakan adalah orang yang akan ditimbang sebisa mungkin mengeluarkan seluruh udara dari parunya dan kemudian menyelam dalam sebuah tong berisi air sementara duduk di suatu ayunan yang dikaitkan dengan timbangan (agak ribet emang *.*). Hasilnya digunakan untuk menentukan kepadatan tubuh dengan menggunakan persamaan – persamaan yang mempertimbangkan berat jenis air, perbedaan antara berat orang tersebutdi udara dan di dalam air, dan volume residu udara yang tertinggal di dalam paru. Karena perbedaan berat jenis antara jaringan lemak dan nonlemak, orang yang lebih banyak lemak memeliki kepadatan (berat jenis) yang lebih rendah dan berat badan di dalam air yang lebih kecil dibandingkan dengan rekan imbangannya. Komposisi tubuh kemudian ditentukan melalui sebuah persamaan yang menghubungkan presentase lemak dengan kepadatan tubuh.
Cara lain yang sering digunakan untuk menilai komposisi tubuh ialah ketebalan lipatan kulit. Karena sekitar separuh dari kandungan lemak total tubuh terletak tepat dibawah kulit, lemak tubuh total dapat diperlihatkan dari pengukuran ketebalan lipatan kulit yang diambil dari berbagai tempat di tubuh. Ketebalan lipatan kulit ditentukan dengan menjepit satu lipatan kulit di dalah satu tempat yang sudah ditentukan dan mengukur ketebalannya dengan menggunakan jangka-lengkung (kaliper), yaitu sebuah instrument berengsel yang menjepit lipatan kulit dan mengukur ketebalan kulit yang dijepit tersebut. Untuk memperkirakan presentase lemak dari skor ketebalan kulit dapat digunakan persamaan-persamaan matematis yang spesifik untuk usia dan jenis kelamin orang yang bersangkutan. Kekurangan utama pada penilaian ketebalan kulit adalah keakuratannya yang bergantung pada keterampilan pemeriksa.
Pasien kegemukan dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, android distribusi jaringan lemak pria, dan ginoid distribusi jenis wanita. Berdasarkan distribusi anatomis jaringan lemak yang diukur sebagai perbandingan lingkaran pinggang terhadap lingkaran pinggul. Kegemukan android ditandai oleh distribusi lemak abdomen (orang dengan bentuk badan seperti apel), sedangkan kegemukan ginoid ditandai oleh distribusi lemak di pinggul dan paha (orang dengan bentuk badan seperti buah pir). Kedua jenis kelamin dapat memperlihatkan baik kegemukan tipe android maupun ginoid.
Kegemukan android dikaitkan dengan sejumlah gangguan, termasuk diabetes mellitus Tipe II yang resisten insulin, kelebihan kadar lemak darah, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Kegemukan ginoid tidak dikaitkan dengan risiko tinggi untuk penyakit – penyakit itu. karena kegemukan android berkaitan dengan peningkatan risiko mengalami berbagai penyaki, para orang kegemukan yang memiliki tubuh seperti buah apel ini sangat perlu mengurangi kandungan lemak mereka.
Olahraga umumnya mengurangi presentase lemak tubuh dan dengan meningkatkan massa otot, meningkatkan presentase jaringan nonlemak. Riset – riset mengenai keberhasilan program penuruan berat badan berhasil mengungkapkan hal-hal menarik mengenai masalah kegemukan. Studi – studi menunjukkan bahwa tingkat metabolik istirahat mungkin merupana suatu sifat bawaan (yang diwariskan). Dalam sebuah studi, pada usia tiga bulan, bayi-bayi yang dilahirkan dari orang tua uang mengalami kegemukan memperlihatkan pengeluaran energi 20% lebih rendah daripada bayi dari orangtua yang langsing. Termogenesis yang diinduksi oleh makanan (DIT) yaitu peningkatan metabolisme setelah mengkonsumsi karbohidrat oleh protein, telah dibuktikan lebih rendah pada mereka yang mengalami kegemukan sejak masa kanak-kanak. Dengan kata lain, orang yang mengalai kegemukan sejak mengalami kegemukan sejak masa kanak-kanak sangat efisien menyimpan kelebihan kalori yang mereka makan. Orang yang langsing memetabolisme lebih banyak kalori yang mereka makan, sebagian energi dibuang sebagai panas.
Bahkan setelah orang yang mengalami kegemukan kehilangan berat badannya sampai ke tingkat normal, DIT mereka tetap lebih rendah daripada orang dengan berat yang sama yang selalu langsing. Dalam keadaan kekurangan makanan, sifat ini merupakan hal yang menguntungkan , tetapi pada saat makanan cukup, DIT dan tingkat metabolik yang rendah memudahkan seseorang menjadi kegemukan. Orang dengan sifat-sifat ini harus makan dalam jumlah yang lebih sedikit daripada yang dimakan rekan imbangannya yang langsing untuk mempertahankan berat tubuh normal.
Karena diet kalori yang sangat rendah sulit untuk dipertahankan, salah satu alternative terhadap pemotongan pemasukan kalori untuk menurunkan berat badan adalah dengan meningkatkan pengeluaran energi melalui latihan fisik, program latihan aerobic membantu mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan kegemukan android dan membantu mengurangi simpanan lemak.
Osteoporosis yaitu penurunan kepadatan tulang akibat penurunan pengendapan matriks organik tulang, merupakan masalah kesehatan besar di Amerika Serikat. Osteoporosis merupakan penyebab meningkatnya insiden fraktur tulang pada wanita berusia diatas lima puluh tahun dibandingkan dengan populasi umum. Karena massanya berkurang, tulang lebih mudaj mengalami fraktur apabila terjatuh, terpukul atau melakukan pengangkatan yang dalam keadaan normal tidak akan merusak tulang yang lebih kuat. Osteoporosis adalah penyebab yang mendasari sekitar 1,2 juta fraktur setiap tahunnya dengan 530.000 diantaranya adalah fraktur vertebra dan 227.000 fraktur panggul. Biaya rehabilitasinya lebih dari $6 miliar per tahun. Kerugian akibat nyeri dan penderitaan belum dihitung. Separuh dari seluruh wanita Amerika mengalami nyeri dan deformitas spinal pada usia 75 tahun.
Terdapat dua jenis osteoporosis, yang mekanisme penyebabnya berbeda. Osteoporosis Tipe I mengenai wanita segera setelah menopause dan ditandai oleh fraktur tekan (crush fracture) vertebra atau fraktur lengan tepat diatas pergelangan tangan. Dihipotesiskan bahwa fraktur-fraktur itu terjadi akibat penurunan kepadatan tulang yang menyertai defisiensi esterogen pada menopause. Osteoporosis Tipe II terjadi pada pria dan wanita, walaupun dua kali lebih banyak mengenai wanita daripada pria. Tipe ini ditandai oleh fraktur pinggang serta fraktur di tempat lain. Karena osteoporosis Tipe II terjadi pada usia yang lebih lanjut, penurunan kemampuan menyerap Ca2+ akibat usia lanjut mungkin ikut berperan menimbulkan keadaan tersebut, walaupun defisiensi esterogen juga tampaknya berperan, sehingga insidennya pada wanita lebih tinggi.
Terapi pengganti esterogen, pemberian suplemen Ca2+, dan program olahraga beban yang teratur merupakan pendekatan terapeutik yang digunakan untuk memperkecil atau memulihkan pengurangan massa tulang. Karena terapi osteoporosis sulit dan sering kurang memuaskan, pencegahan sejauh ini merupakan cara terbaik untuk menangani masalah kesehatan ini. Pembentukan tulang yang kuat sebelum menopause melalui makanan yang kaya akan Ca2+ dan olahraga yang adekuat tampaknya merupakan tindakan pencegahan yang terbaik. Adanya cadangan tulang pada usia pertengahan dapat memperlambat munculnya manifestasi klinis osteoporosis pada usia selanjutnya. Aktivitas fisik yang beranjut seumur hidup tampaknya dapat menunda atau mencegah pengeroposan tulang, bahkan pada usia lanjut.
Implisit dalam pemahaman kita yang terus bertambah mengenai mekanisme fungsi-fungsi fisiologis mendasar adalah peningkatan kemampuan kita untuk memperbaiki atau menkompensasi fungsi yang terganggu atau untuk memanipulasi berbagai fungsi demi kepentingan kita. Sebagian besar kemajuan dalam bidang teknologi biomedis disambut sebagai cara-cara baru untuk menyelamatkan, memperpanjang, atau meningkatkan kehidupan manusia. Namun salah satu bidang teknologi baru yang mengontrol proses-proses biologis telah mengundang kontroversi moral, etis, dan legal yang luas, yaitu kekuatan kita untuk menentukan eksistensi individu baru.
Kemajuan-kemajuan teknologi yang berkaitan dengan reproduksi telah membuka banyak jalan baru bagi mereka yang ingin mengontrol keturunan mereka melalui cara-cara artificial daftar singkat mengenai kemampuan yang sudah tersedia atau sedang dikembangkan berikut ini akan menunjukkan bagaimana luasnya kontrol kita atas generasi masa depan :
Tersedia berbagai metode kontrasepsi untuk menghindari kehamilan dengan mencegah penyatuan sel telur dan sperma atau setelah bersatu mencegah telur yang dibuahi tertanam di uterus untuk berkembang menjadi manusia baru
Kehamilan yang tidak diinginkan dapat diakhiri dengan beberapa cara aborsi yang menyingkirkan individu yang sedang berkembang dari lingkungannya di uterus.
Anak yang belum lahir dapat “dilihat” (tanpa mengganggunya) di dalam rahim ibunya melalui teknik ultrasonografi. Selain itu sample sel anak itu dapat diekstraksi melalui amniosentesis atau biopsy plasenta dan dianalisis untuk menentukan ada atau tidaknya berbagai penyakit genetik. Jika ditemukan defek, orang tua harus membuat keputusan sulit, yaitu apakah akan menghentikan kehamilan atau membiarkan anak dengan gangguan fisik atau mental lahir ke dunia.
Sperma dapat dibekukan dan disimpan di dalam bank sperma tempat seseorang wanita dapat ‘berbelanja’ membeli ‘bapak’ dengan sifat tertentu untuk calon anaknya. Wanita tersebut kemudian dapat menjalani inseminasi buatan dengan sperma pilihannya dan kehamilan dan persalinan normal tanpa partisipasi aktif atau bahkan tanpa sepengetahuan sang ‘bapak’
Wanita mandul (infertilisasi) yang tidak mengalami ovulasi (tidak mengeluarkan sel telur) dapat dibero ‘pil penyubur’ yaitu hormon untuk merangsang ovulasi.
Wanita yang mandul akibat penyumbatan mekanis di saluran tempat penyatuan sel telur dan sperma masih dapat mengandung anak sendiri dengan teknik ferlisasi in vitro , atau sering disebut dengan teknik ‘bayi tabung’. Setelah memacu ovulasi multiple dengan hormon, dokter mengumpulkan telur – telur melalui sebuah insisi kecil di abdomen wanita bersangkutan. Sel – sel telur tersebut kemudian diinkubasikan dengan sperma dari calon ayah. Jika terjadi fertilisasi di lingkungan ‘tabung reaksi’ ini, telur yang telah dibuahi ditaruh diuterus ibu, agar dapat berkembang seperti telur yang dibuahi secara alamiah.
Fertilisasi in vitro sering menyebabkan fertilisasi lebih dari satu sel telur. Mudigah hidup yang tidak digunakan dapat dibekukan untuk digunakan pada masa mendatang.
Beberapa pria memiliki sperma yang ‘malas’ atau spermanya tidak mengandung enzim-enzim akrosom yang diperlukan untuk menembus sawar tebal yang melindungi ovum. Dengan menggunakan sebuah jarum halus, pakar kemandulan dapat mengatasi masalah ini dengan memasukkan sebuah sperma secara langsung ke dalam sel telur , suatu teknik yang disebut dengan microinjection .
Teknik lain yang sedang dikembangkan untuk mempermudah penetrasi sperma ke dalam sel telur adalah dengan zona drilling. Pada prosedur ini, dibuat sebuah lubang halus di zona pelusida, membrane luar yang mengelilingi telur yang tidak dibuahi. Pada saat telur yang sudah disiapkan dicampur dengan sperma, lubang tersebut berfungsi sebagai saluran bagi masuknya sperma, teknologi baru ini menawarkan harapan bagi pasangan yang mengalami insufidiensi sperma atau kelainan zona.
Walaupun sperma dan madigah dapat dibekukan dan disimpan, telur yang belum dibuahi sampai saat ini belum berhasil diolah dengan cara serupa. Namun para peneliti berhasil mencapai suatu kemajuan besar yang mengarah ke pembekuan telur. Jika teknik ini sudah disempurnakan, seorang wanita yang akan mengalami kehilangan fungsi ovarium karena pembedahan atau kemoterapi untuk kanker dapat mengumpulkan dan menyimpan sel-sel telurnya untuk dipakai kemudian sebelum dilakukan tindakan –tindakan yang merusak ovariumnya. Penerapan teknik pembekuan telur yang lebih kontroversial adalah penundaan kehamilan karena alasan professional atau alasan lain. Kesuburan wanita turun dengan cepat dan risiko memiliki anak dengan kelainan genetic, misalnya Down Syndrome meningkat setelah usia 40 tahun. Bukti-bukti mengisyaratkan bahwa usia telur yang bertanggung jawab menyebabkan penurunan fertilisasi dan peningkatan kelainan janin tersebut, bukan saluran reproduksi. Dengan demikian jika pembekuan sel telur berhasil dilakukan san telah tersedia, seorang wanita dapat mengumpulkan sel telurnya yang sehat selama tahun-tahun paling subur dan menyimpannya di dalam es untuk digunakan kemudian.
Pagi pasangan yang tidak dapat memiliki anak karena ketidakmampuan pihak wanita mengandung, secara teknis wanita itu dapat ‘menyewa’ uterus wanita lain untuk mengandung anaknya, walaupun secara legal hal ini masih diperdebatkan. Pada ibu pengganti dapat secara artificial dilakukan inseminasi buatan dengan sperma ayah, atau telur yang dibuahi secara artifisial dari pasangan tersebut ditanam di uterus ‘sewaan’ itu.
Teknik – teknik fertilisasi in vitro dan rekayasa genetic memungkinkan penapisan mudigah berusia dini untuk mencari ada tidaknya defek genetic sebelum implantasi. Banyak kelainan genetik, misalnya anemia sel sabit dan fibrosis kistik dapat dideteksi dalam kode genetik sejak saat pembuahan. Karena mudigah berusia dini dapat mentoleransi kehilangan sebuah sel tanpa mengganggu perkembangan normalnya, kita dapat mengambil sebuah sel dari mudigah enam belas sel dan menganalisisnya untuk mencari ada tidaknya defek genetik sebelum menanam mudigah itu di saluran reproduksi wanita.
Walaupun teknik –teknik baru ini disambut sebagai keajaiban modern, mereka juga menyebabkan kita harus merambah dataran moral., etis, dan legal yang baru. Hak-hak apa yang dimiliki oleh pasangan yang menciptakan mudigah atau hak – hak apa yang dimiliki mudigah itu sendiri?. Karena perundangan tertinggal dari kemampuan teknologi, banyak ambiguitas yang diputuskan melalui berbagai jalur hukum. Sebagai contoh, ada seorang wanita dan bekas suaminya berseteru hukum secara kontroversial mengenai apakah setelah bercerai wanita itu berhak hamil dengan menggunakan mudigah yang dibekukan saat mereka masih menikah. Pengadilan memutuskan bahwa wanita itu tidak dapat menggunakan mudigah tersebut jika pihak pria menolaknya.